Doraemon

Minggu, 23 Desember 2012

Bimbingan Pribadi Sosial



A.    Bimbingan Konseling Pribadi dan sosial
Bimbingan pribadi-sosial merupakan salah satu bidang bimbingan yang ada di sekolah. Menurut Dewa Ketut Sukardi (1993: 11) mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan usaha bimbingan , dalam menghadapi dan memecahkan masalah
pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.
Sedangkan menurut pendapat Abu Ahmadi (1991: 109) Bimbingan pribadi-sosial adalah, seperangkat usaha bantuan kepada peserta didik agar dapat mengahadapi sendiri masalah-masalah pribadi dan sosial yang dialaminya, mengadakan penyesuaian pribadi dan sosial, memilih kelompok sosial, memilih jenis-jenis kegiatan sosial dan kegiatan rekreatif yang bernilai guna, serta berdaya upaya sendiri dalam memecahkan masalah-masalah pribadi, rekreasi dan sosial yang dialaminya.
Inti dari pengertian bimbingan pribadi-sosial yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi adalah, bahwa bimbingan pribadi-sosial diberikan kepada individu, agar mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan pribadi-sosialnya secara mandiri. Hal senada juga diungkapkan oleh Syamsu Yusuf (2005: 11) yang mengungkapkan bahwa bimbingan pribadi-sosial adalah bimbingan untuk membantu para individu dalam memecahkan masalah-masalah sosial-pribadi.
Yang tergolong dalam masalah-masalah sosial-pribadi adalah masalah hubungan dengan sesama teman, dengan dosen, serta staf, permasalahan sifat dan kemampuan diri, penyesuaian diri dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat tempat mereka tinggal dan penyelesaian konflik.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan pribadi-sosial merupakan suatu bimbingan yang diberikan oleh seorang ahli kepada individu atau kelompok, dalam membantu individu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah pribadi-sosial, seperti penyesuaian diri, menghadapi konflik dan pergaulan.
Sedangkan Bimbingan dan Konseling pribadi dan sosial merupakan proses bantuan untuk memfasilitasi siswa agar memiliki pemahaman tentang karakteristik dirinya, kemampuan mengembangkanpotensi dirinya, kemampuan memecahkan masalah yang dihadapinya.



B.     Fungsi Bimbingan Pribadi-Sosial
 Fungsi dalam bimbingan pribadi-sosial yang diungkapkan oleh Totok (Rima Puspita, 2007:47-49), yaitu :
1.      Berubah menuju pertumbuhan. Pada bimbingan pribadi-sosial, konselor secara berkesinambungan memfasilitasi individu agar mampu menjadi agen perubahan (agent of change) bagi dirinya dan lingkungannya. Konselor juga berusaha membantu individu sedemikian rupa sehingga individu mampu menggunakan segala sumber daya yang dimilikinya untuk berubah.
  1. Pemahaman diri secara penuh dan utuh. Individu memahami kelemahan dan kekuatan yang ada dalam dirinya, serta kesempatan dan tantangan yang ada diluar dirinya. Pada dasarnya melalui bimbingan pribadi sosial diharapkan individu mampu mencapai tingkat kedewasaan dan kepribadian yang utuh dan penuh seperti yang diharapkan, sehingga individu tidak memiliki kepribadian yang terpecah lagi dan mampu mengintegrasi diri dalam segala aspek kehidupan secara utuh, selaras, serasi dan seimbang. 
  2. Belajar berkomunikasi yang lebih sehat. Bimbingan pribadi sosial dapat berfungsi sebagai media pelatihan bagi individu untuk berkomunikasi secara lebih sehat dengan lingkungannya. 
  3. Berlatih tingkah laku baru yang lebih sehat. Bimbingan pribadi-sosial digunakan sebagai media untuk menciptakan dan berlatih perilaku baru yang lebih sehat. 
  4. Belajar untuk mengungkapkan diri secara penuh dan utuh. Melalui bimbingan pribadi-sosial diharapkan individu dapat dengan spontan, kreatif, dan efektif dalam mengungkapkan perasaan, keinginan, dan inspirasinya. 
  5. Individu mampu bertahan. Melalui bimbingan pribadi-sosial diharapkan individu dapat bertahan dengan keadaan masa kini, dapat menerima keadaan dengan lapang dada, dan mengatur kembali kehidupannya dengan kondisi yang baru. 
  6. Menghilangkan gejala-gejala yang disfungsional. Konselor membantu individu dalam menghilangkan atau menyembuhkan gejala yang menggangu sebagai akibat dari krisis.





C.     Tujuan Bimbingan Konseling Pribadi-Sosial
Membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya, sbb :
a)      Memiliki komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Swt. Baik dalam kehidupan pribadi,keluarga, pergaulan dengan teman sebaya,sekolah, tempat kerja, masyarakat.
b)      Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif
c)      Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif (kelebihan
            dan kelemahan diri).
d)     Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri.
e)      Memiliki sikap optimis dlm menghadapi masa depan.
f)       Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat, sesuai dengan nilai2 agama, etika, dan nilai-nilai budaya.
g)      Proses bantuan untuk memfasilitasi siswa agar mampu mengembangkan pemahaman dan keterampilan berinteraksi sosial, serta memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapinya
h)      Membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya dalam hal sebagai berikut.
1.  Bersikap respek (menghargai dan menghormati) terhadap orang lain.
2. Memiliki rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap tugas, peran hidup dalam bersosialisasi.
3.  Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship).
            4.  Memiliki kemampuan berkomunikasi baik secara verbal maupun non verbal.
            5.  Memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri(adjusment)
D.    Macam-Macam Masalah Pribadi dan Sosial
1.Masalah Pribadi
a)      Merasa malas untuk melaksanakan ibadah : shalat, shaum, sidkah, dan amal shaleh lainnya.
b)      Kurang memiliki kemampuan untuk bersabar dan bersyukur.
c)      Masih memiliki kebiasaan berbohong.
d)     Masih memiliki kebiasaan menyontek.
e)      Kurang motivasi untuk mempelajari agama
f)       Stress
g)      Depresi
h)      Putus asa
i)        Belum memiliki rasa disiplin.
j)        Belum dapat menghormati orang tua secara iklas
k)      Dalam melakukan perbuatan tanpa dipertimbangkan resikonya.
l) Masih merasa rendah diri (Inferiority)
2.Masalah Sosial
a)      Kurang menyenangi kritikan orang lain.
b)      Kurang memahami etika pergaulan.
c)      Merasa malu untuk berteman dengan lawan jenis.
d)     Kurang mampu mnyesuaikan diri.
e)      Penyakit sosial seperti : tawuran, gang motor, ‘pemalakan’, pencurian, dll.
E.     Gejala yang ditimbulkan karena permasalahan pribadi sosial diantaranya
a)      Susah makan
b)      Susah tidur
c)      Berbohong
d)     Suka melangggar aturan
e)      Ketakutan
f)       Keluar keringat dingin
g)      dan lainnya
F.      Sebab munculnya permasalahan di bagi menjadi dua yaitu :
1.      Sebab Sekunder
Sebab Sekunder ialah sebab langsung mengapa permasalahan itu bisa terjadi
2.      Sebab Primer
Sedangkan sebab primer ialah sebab yang ada namun tak terlihat yang menyebabkan adanya sebab sekunder

Tidak ada komentar:

Posting Komentar